Selasa, 22 Januari 2013

Kontroversi Abdul-Rauf


Abdur-Rauf yang berdoa ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat dinyanyikan 
Tahukah anda?
Pada tanggal 12 Maret 1996, Mahmoud Abdul-Rauf, pemain basket NBA asal Denver Nuggets mendapat sanksi larangan bertanding dari NBA. Hukuman ini dikenakan pada Abdul-Rauf tidak bersedia untuk berdiri ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat dinyanyikan sesaat sebelum pertandingan basket NBA.
Abdul-Rauf menganggap hal ini tidak pantas dilakukan karena menurutnya bendera Amerika Serikat adalah simbol penindasan. Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat sendiri mempunyai sejarah tirani yang panjang dan tidak sesuai dengan keyakinannya sebagai seorang muslim.
Tapi hukuman skors tersebut hanya berlangsung satu pertandingan. Dua hari kemudian sanksi tersebut dicabut.
NBA pun membuat kesepakatan dengan Abdul-Rauf. Abdul-Rauf tetap harus berdiri pada saat lagu kebangsaan dinyanyikan, tapi ia diperbolehkan untuk menundukkan kepala dan memejamkan matanya.
Abdul-Rauf mengatakan pada saat seperti itu, ia memanjatkan doa.
Sungguh muslim yang baik.

Evolusi celana di NBA

Michael Jordan 
Tahukah anda?
Sebelum era 90-an hingga sekarang, dahulu NBA tampil sangat berbeda. Selain dari rating TV dan jumlah penonton yang meningkat, fashion di NBA pun berbeda jauh dengan NBA saat ini.
Dulu para pemain NBA mengenakan celana basket yang ketat dan sangat pendek. Tapi sekarang sudah berubah. Pebasket di NBA sekarang mengenakan celana basket model baggy dan panjang selutut.
Tapi tahukah anda, siapa yang pertama kali mengubah tradisi ini?
Ternyata Michael Jordan yang menjadi pemain pertama yang memakai celana yang bermodel baggy di NBA.
Hal ini karena Mike, sapaan akrabnya, selalu memakai celana basket tim kuliahnya yaitu North Carolina Tarheels. Celana kuliahnya ini selalu dipakainya di dalam celana Chicago Bulls pada tiap pertandingan NBA.
Jadi Mike harus memakai celana yang lebih besar dan berbeda model dengan celana yang biasa dipakai pemain lainnya.
Gak panas tuh pake celana dobel gitu, Mic??


nblindonesia.com - 18/01/2013
Max Yanto Cetak Poin Tertinggi dalam Karir
Walau harus bersedih lantaran timnya kalah lagi, performa Max Yanto mengundang pujian. Itu setelah big man NSH GMC Riau ini berhasil membukukan rekor poin tertinggi dalam sebuah laga sepanjang karirnya di NBL Indonesia.  Pria kelahiran Lampung dengan tinggi badan mencapai 215 cm ini mengemas 23 poin saat timnya dipaksa menelan kekalahan 52-68 dari Dell Aspac Jakarta dalam lanjutan seri kedua Speedy NBL Indonesia 2012-2013 di Hall A Senayan, Jumat (18/1).
Rekor 23 poin dalam satu laga tersebut adalah yang tertinggi sepanjang kiprahnya di NBL Indonesia, melewati pencapaian karir poin tertingginya terdahulu. Yakni, sebanyak 19 poin yang dibukukan saat  berhadapan dengan Bimasakti Nikko Steel Malang pada seri kedua musim kemarin, di Solo, 11 Januari 2012.
Hebatnya, rekor individu itu tercipta berkat akurasi sempurna dari free throw (tembakan bebas), serta ketajaman di bawah ring. Max mencetak akurasi 100 persen dari free throw, setelah sukses menceploskan lima peluang yang dimiliki.
Walau tidak memiliki pergerakan yang baik, tenaga dan postur tinggi Max Yanto sangat merepotkan pertahanan Aspac. Pemain tertinggi di NBL Indonesia ini mengemas akurasi field goal sebesar 69%, setelah sukses menceploskan 9 dari 13 peluang yang dia miliki.
Penampilan Terbaik Max Yanto di NBL Indonesia
23 Poin vs Aspac 18/1/2013
19 Poin vs Bimasakti 11/1/2012
18 Poin vs Pelita Jaya 10/1/2012

nblindonesia.com - 17/01/2013
[FLASH] CLS Knights Kembali Menang Menegangkan
CLS Knights Surabaya tampak masih berjuang menemukan kestabilan permainan. Menghadapi Bimasakti Nikko Steel Malang, Febri Utomo dan kawan-kawan baru menemukan zona aman di 30 detik terakhir. CLS Knights menang 72-64.
Saling balas-membalas angka langsung terjadi dari kuarter pertama. Kepala pelatih CLS Knights, Eduard Vergeire tidak lagi berani bereksperimen dengan starter-nya. Walau demikian, Jeffry yang sempat menjadi starter di laga sebelumnya menjadi penjaga kestabilan tim dengan selalu berhasil memasukkan tembakan ketika timnya tertinggal.
Tembakan tiga angka dari Jeffry berhasil membawa CLS Knights unggul 23-20 menjelang akhir kuarter pertama. Dan tembakan balasan dari Barra Sugianto dibalas oleh satu tembakan bebas Dian Heriyadi. CLS Knights unggul 24-22 di akhir kuarter pertama.
Heryanto Gunawan dan Bima Rizky menjadi amunisi andalan Bimasakti di kuarter kedua. Performa Yanuar yang tidak terlalu baik di kuarter kedua tertutupi oleh dua pemain tersebut. Menutup kuarter kedua, Bimasakti mengejar dan melampaui raihan CLS Knights, 39-37.
Performa Jeffry luar biasa di kuarter ketiga. Sebuah passing ke arah belakang tanpa melihat ke arah Herman akhirnya membuat CLS Knights kembali menyamakan kedudukan di angka 50 sama. Tembakan tiga angka dari Tony Agus menambah kepercayaan diri CLS Knights yang kembali berbalik unggul 53-50. Total 21 poin CLS Knights di kuarter ketiga membawa tim ini mantap memasuki kuarter terakhir dengan keunggulan sementara 58-55.
Tembakan-tembakan Sandy Febiyansyakh mengubur impian Bimasakti untuk merebut kemenangan pertama atas CLS Knights di ajang NBL Indonesia. Sandy mencetak 13 poin. Jumlah yang sama dengan Jeffry. Poin terbanyak CLS Knights dibukukan oleh Herman dengan 14 poin. Yanuar, Bima, dan Heryanto Gunawan menjadi pencetak angka terbanyak bagi Bimasakti, Bima 20, Yanuar 13, dan Heryanto 13 poin. 


Jeffrey Bong Jagoan Makan Cepat
Forward CLS Knights Surabaya Jeffrey Bong tak hanya jago shooting. Diam-diam lelaki kelahiran Jakarta 25 Mei 1985 itu juga jago dalam urusan makan cepat. "Skill" itu dia buktikan saat "berlaga" melawan 80 peserta dalam kontes adu cepat makan hot dog di NBL Food Challenge di Senayan kemarin (18/1).
NBL Food Challenge berlangsung dalam beberapa babak. Di babak penyisihan, Jeffrey berhasil mengalahkan rekan setimnya, Dwi Haryoko, bersama sejumlah peserta lainnya. Kemenangan tersebut mengantarkannya ke babak final. Di final, Jeffrey berhadapan dengan para jagoan yang lolos babak penyisihan. Tantangannya lebih berat karena ukuran hot dog lebih gede.
Jeffrey justru merasa tertantang. Hasilnya, hanya dalam tiga caplokan, hot dog jumbo itu tandas. "Sudah saya bilang. Jangan meremehkan anak kos kalau soal makanan. Dibilangin nggak percaya sih," katanya lantas terbahak.
Jeffrey berhak membawa hadiah utama Rp 1 juta. Sedangkan juara kedua dan ketiga masing-masing mendapat Rp 750 ribu dan Rp 500 ribu. Award Food Challenge bakal digelar besok (20/1). nblindonesia.com - 19/01/2013(aga/nur)

Selasa, 15 Januari 2013











Gaza, Januari 2009
Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya betapapun peristiwa itu tersebut bagi kita memang sangat pahit dirasakan, apalagi peristiwa tersebut adalah peristiwa yang mengharukan kita, biasanya kita sangat mudah menemukan hikmah yang ada di dalamnya. Dari sini akan kita coba lihat hikmah dibalik serangan israel atas bangsa Palestina.
Kita sudah mengetahui sekarang pada peristiwa yang dibicarakan baik di forum-forum, masjid ke masjid dan sebagainya, mereka semua membicarakan penyerangan bangsa Israel kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina Jalur Gaza itu juga pasti memberikan hikmah kepada kita, sehingga yang harus kita cari sekarang adalah tentu bukan hanya sekedar penyelesaian sesaat akan tetapi apa hikmah dibalik peristiwa ini.
Kalau kita menyakini bahwa sesuatu yang terjadi pada alam semesta ini tidak akan mungkin bisa terjadi kalau bukan karena ijin Allah SWT, tidak akan mungkin terjadi kecuali sepengetahuan Allah SWT, artinya apa? kalau kita berpikir secara sekuler kenapa Allah membiarkan begitu banyak korban yang berjatuhan dari anak-anak hingga orang tua bahkan korban itu berada pada pihak yang sebahagian besar adalah kaum muslimin. Kenapa dengan mudah begitu saja tangan-tangan Israel untuk mencabik-cabik wilayah yang mereka sudah sepakati.
Hikmah itu memang kita dapatkan di hari-hari belakangan ini, kalau memang kita cermat untuk melihat peristiwa ini sebagai bagian dari peristiwa yang diijinkan Allah, sebagaimana Allah menjelaskan dalam surat Ali Imran ayat 190 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantiannya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal“.

Ulil Albab adalah orang yang selalu berdzikir dan orang berfikir, dengan kedua perpaduan antara dzikir dan fikir kemudian menghasilkan do’a “ya Robb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka”. Kemudian didapatkan apa yang disyaratkan oleh Allah SWT di dalam surat Ash Shaff ayat 4 yang artinya ” Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh “.
Perkuat ukhuwah Islamiyah
Kenyataan bahwa tentara Zionis Israel telah membombardir tanah Palestina telah menerbitkan kemasygulan kita, ternyata memang ukhuwah Islamiyah persaudaraan muslim itu masih hanya berupa silat kata dan silat lidah dikalangan kita. Tidak di negeri yang kecil dan tidak pula di negeri yang besar.
Bahkan orang-orang muslim yang terdekat dengan Jalur Gaza tempat pertempuran berlangsung sampai hari ini tidak mampu untuk melakukan apa-apa. Dimana kata-kata “innamal mukminnuuna ikhwah “, sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lainnya adalah saudara, semestinya kejadian di Palestina ini merupakan pelajaran bagi kaum muslimin di Indonesia.
Ada peribahasa semut yang di seberang lautan begitu tampak besar kelihatan, tetapi Gajah yang berada di pelupuk mata tidak kelihatan. Di negara kita bukan tidak ada orang-orang yang sedang sekarat tetapi bukan karena perang akan tetapi karena kelaparan dan busung lapar, mohon maaf dan cukup aneh hampir tidak disentuh kecuali oleh orang-orang yang sadar dengan keimanannya. Misalnya di daerah Banten masih banyak khususnya kaum muslimin yang kelaparan dan makan nasi aking, itu tidak disentuh dan tidak ada perhatian oleh pemerintah dan para pengusaha muslim.
Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita bahwa “siapa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakan tetangganya“. Memang di negara kita masyarakat muslim masih tidur dengan yang namanya ukhuwah Islamiyah itu, kalau kita masih mempersalahkan orang-orang yang berada dengan medan pertempuran Palestina sampai hari ini tidak bisa berbuat apa-apa, mereka negeri yang kaya raya, ada yang memiliki harta yang luar biasa besarnya bahkan mereka memiliki satu klub sepak bola dengan nomor urut 1 di dunia dan bisa membeli pemain dengan harga triliunan rupiah, tetapi kenapa kemudian membantu rakyat Palestina yang dicengkram dan ketakutan semacam itu ia tidak mampu, sebaliknya dia mampu membeli pemain dengan harga mahal dan terbaik dunia.
Kita katakan kepada mereka “wahai para penguasa yang ada di Jazirah Arab sadar dan bantulah warga Palestina dan mereka satu dalam wilayah Arab”. Allah SWT berfirman “Allah itu mensukai orang berperang di jalan Allah dan dalam barisan yang teratur sesuai dengan kemampuan yang dia miliki “.
Hindarkan pertikaian (pepecahan)
Bahwa setelah peristiwa terjadi masih ada sekelompok orang yang bukannya memperteguh tali persaudaraan tetapi malah kemudian mengambil ini sebagai kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok dengan mencoba isu-isu politis, bukan karena kesetiaan sosial yang mereka kemukakan justru kemudian malah ini menjadi komoditi bagi mereka untuk memperkenalkan diri padahal selama ini mereka tidak pernah berjuang dan melakukan itu.
Mohon maaf kalau kita bisa katakan bahwa pemimpin-pemimpin kita sekarang itu hanya bisa kata-kata hanya penyebar pesona saja tidak mampu kemudian mengatakan sesuatu jauh lebih dari itu. Dan Hikmah selanjutnya bisa kita katakan peristiwa ini adalah bahwa kita tidak percaya kepada orang-orang fasik, musyrik dan munafik.
Sebelum peristiwa ini bangsa Indonesia eforia dengan seorang pemimpin bernama Barack Husein Obama, dia pasti akan lebih memperjuangkan nilai-nilai Islam di Amerika dan Timur Tengah, tetapi ternyata dia setuju dengan negara Israel yang beribu kota Yerrussalem dan tidak diganggu gugat oleh Palestina, makanya Allah berfirman yang artinya “wahai orang-orang yang beriman jika datang kepadamu orang fasik yang membawa berita, maka pertimbangkanlah berita itu dan jangan engkau percaya langsung, karena akan menyebabkan kita terlena“.
Ternyata yang terjadi sekarang ini adalah kita dikecewakan akan berita itu. Penyerangan Israel ke Jalur Gaza Palestina mendapat restu dari negara Amerika dan negara-negara Eropa. Rakyat Palestina yang berjumlah 1,5 juta orang terdiri dari anak-anak, remaja dan orang tua telah dihukum secara kolektif oleh penjajah Zionis Israel, berupa blokade yang sudah berlangsung 2 tahun hingga saat ini belum dapat dibuka secara permanen. Jadi artinya bahwa kita bisa memandang 3 (tiga) peristiwa ini harus kita ke depan kan dan siap-siaplah sekarang bahwa memang kondisi kenyataan umat Islam sampai hari ini masih seperti itu.
Kemudian apa jalan keluar dan solusinya? Agar kita kemudian tidak terombang-ambing oleh hal-hal semacam ini terus menerus mau tidak mau kita harus mengatakan baik dengan ucapan atau perbuatan kita katakan perkuat silaturrahim dan perkuat Islamiyah jangan sampai tercambik-cambik kembali dalam dataran yang paling awam, dan kita tidak boleh terpecah oleh apapun juga bahwa perpecahan itu bukan menguntungkan bagi kita tetapi bahkan merugikan bagi semua kita.
Beberapa hari lagi kita menghadapi pesta demokrasi dalam pesta tersebut bisa terjadi perpecahan diantara kita dan itu menjadi isu yang luar biasa. Kita sudah muak dan jenuh dengan perpecahan, Allah SWT tidak akan memberikan kemenangan jika kita kemudian menjadi pecah, bagaimana peristiwa perang uhud orang-orang muslim terluka, karena apa?, karena pasukan pemanah itu tidak taat kepada Rasulullah SAW dan sebahagian diantara pasukan-pasukan lain pecah belah karena apa? karena ingin mencari materi yang lebih banyak lagi.
Mudah-mudahan kita menjadi sadar tentang peristiwa yang semacam ini dan mudah-mudahan kita bisa menggali lebih banyak lagi hikmahnya dan semoga Allah SWT memberikan kepada kita ketenangan, kesabaran dan sekaligus juga kegagahan untuk mendapatkan peristiwa-peristiwa yang lain agar kita tetap jauh lebih hebat lagi, jauh lebih ukhuwah lagi dan jauh lebih bersatu lagi dibandingkan dengan sekarang ini.

SAVE PALESTINE,SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE,SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE, SAVE PALESTINE,